
Assalamualaikum Wr Wb.
Bunda, saya mau bertanya, anak saya perempuan usianya 4.5 tahun. Kalau sedang asyik beraktifitas seperti belajar, bermain, dan menonton tv, dia suka pipis di celana dan malas untuk ke kamar mandi. Kebiasaan ini timbul sejak adiknya lahir. Jarak si kakak dengan adiknya yang juga perempuan, 2 tahun 7 bulan. Melihat adiknya pipis dan BAB dibersihkan oleh saya, tampaknya si kakak ingin dilayani seperti itu juga. Sekarang kakak bersekolah di bangku TK-A. Saya bingung karena kebiasaannya suka pipis di celana itu belum juga hilang, kalo ketahuan orang lain dia sebenarnya malu. Bagaimana ya, Bunda? Saya sudah mencoba cara komunikasi yang halus juga yang keras, tapi kakak tetap juga tidak berubah. Sekarang saya pakai cara komunikasi yang halus saja karena cara komunikasi keras juga tidak mempan. Terima kasih atas perhatian Bunda.
Jawaban : :
Waalaikum salam wr. wb. Bunda sudah benar dengan memakai cara halus, karena dengan memakai kekerasan pada anak, justru memancing perlawanan dan jika patuh pun karena terpaksa. Tinggal bagaimana tekniknya supaya kakak mengerti dan semangat untuk berperilaku toilet training yang sesuai dengan usianya. Beberapa hal yang sangat saya pahami bahwa anak usia 4,5 tahun itu sangat cerdas. Jika kita bisa membuat si anak paham apa manfaat bagi si kakak untuk buang air pada tempatnya. Contohnya : manfaatnya supaya celana tetap bersih, jadi tidak repot harus berganti baju. Media pendukung : buku cerita tentang toilet training dengan gambar seorang anak usia sekitar 4,5 tahunan. Skenario untuk membuat anak paham tentang manfaat tidak pipis di celana dan semangat untuk mengikuti berperilaku toilet training yang baik : Berikan pujian ketika kakak melepas baju dan celananya sendiri : "Kakak sudah besar ya. tangannya sudah pintar, bisa buka celana sendiri, lepas baju sendiri. Sini, disun dulu sama Bunda" Ketika sebelum tidur : "Wah, kakak sudah besar pintar ya lepas celana sendiri. Sekarang sebelum tidur, supaya kasur tidak basah karena pipis di kasur, kita ke kamar mandi dulu ya. Ayo, Bunda pingin lihat lagi kakak bisa buka celana sendiri." . Jika kakak membuka celananya, silakan beri pujian. Ketika adik pipis di celana : "Adik pipis di celana. Kita bantu adik yuk. Adik masih kecil jadi belum bisa lepas celana sendiri. Kakak bisa bantu adik mengganti celana?" Jika kakak membantu adik, berikan pujian. Ketika kakak diingatkan untuk ke kamar mandi dan berhasil pipis di tempatnya, silakan beri pujian. Ini beberapa skenario untuk memahamkan kakak bahwa dia sudah besar dan sudah bisa pipis di kamar mandi. Dari skenario ini juga kakak paham bahwa adik perlu bantuan untuk mengganti celana yang terkena pipis. Silakan dicoba berulang-ulang Bunda. Ketika anak sudah berkali-kali berhasil, kita bisa tambah menguatkan dengan skenario : "Kakak, ayah dan Bunda ingin mengadakan syukuran, jika nanti kakak sudah bisa selalu pipis dan puf di kamar mandi, nanti kita jalan-jalan ke.... (atau beli mainan... yg sudah lama dijanjikan)." Silakan dicoba...
085722664373
Artikel Parenting kami yang lainnya bisa Anda baca di situs kami lainnya, yaitu www.rumahparenting.com, silahkan buka situs tersebut. berikut daftar judul-judul artikel parentingnya :)
Artikel ini bermanfaat? silahkan gunakan tombol dibawah ini untuk mengirimkan artikel ke seluruh teman-teman anda di facebook & Twitter. Moga membawa Manfaat bagi teman-teman kita dan menjadi kebaikan yang senantiasa mengalir dari generasi ke generasi.
7 Agustus, Bandung, Rabbani dipatiukur
Agenda Seminar Parenting Juli 2011
2 Juli, Serpong, ajelis Ta'lim Serpong
25 Juli, Banjarmasin, Fame Organizer
Agenda Seminar Parenting Juni 2011
4 Juni, Yogyakarta, Fame Organizer
11 Juni, Semarang, SDIT Bina Awal
19 Juni, Cianjur, RA Persis
29 Juni, Banjarmasin, Fame Organizer